Laba Turun 25%, Aramco Tetap Cairkan Dividen US$62,1 M

SHARE  

FILE PHOTO: Logo of Saudi Aramco is seen at the 20th Middle East Oil & Gas Show and Conference (MOES 2017) in Manama, Bahrain, March 7, 2017. REUTERS/Hamad I Mohammed/File Photo Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Raksasa minyak asal Arab Saudi, Aramco melaporkan penurunan laba hingga 25% pada 2023. Perusahaan minyak terbesar di dunia itu mencatatkan pendapatan di 2023 sebesar US$ 121,3 miliar, lebih sedikit dari pendapatan sebelumnya di tahun 2022 sebanyak US$ 161,1 miliar.

Meski mengalami penurunan pendapatan, hasil tersebut masih merupakan rekor laba bersih tertinggi kedua bagi Aramco, jauh melampaui profitabilitas perusahaan-perusahaan sejenis di dunia.

Perusahaan juga masih meningkatkan pembayaran dividen. Aramco menaikkan dividen dasar untuk kuartal keempat sebesar 4% menjadi US$ 20,3 miliar. Dividen terkait kinerja juga naik menjadi 9% atau setara US$ 10,8 miliar. Total dividen yang dibayarkan perusahaan itu adalah US$31 miliar untuk pemerintah Arab Saudi dan pemangku kepentingan di Aramco. Jika ditotal maka dividennya mencapai 62,1 miliar. 

“Penurunan tahun-ke-tahun ini dapat disebabkan oleh lebih rendahnya harga minyak mentah dan volume penjualan, serta berkurangnya margin penyulingan dan bahan kimia, yang sebagian diimbangi oleh penurunan royalti produksi sepanjang tahun dan lebih rendahnya pajak penghasilan dan zakat,” kata Aramco dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNBC Internasional, Senin (11/3/2024).

Baca: Raja Salman Makin Kaya, Arab Saudi Temukan Ladang Gas Alam Raksasa

Aramco menyatakan total pendapatan juga turun 17% menjadi US$440,88 miliar. Angka itu turun dari US$535,19 miliar tahun lalu. Arus kas bebas juga turun menjadi US$101,2 miliar pada tahun 2023, dibandingkan dengan US$148,5 miliar pada tahun 2022.

“Ini adalah tahun ketika permintaan minyak global mencapai rekor tertinggi meskipun terjadi gejolak geopolitik, hambatan ekonomi, dan tekanan inflasi,” kata CEO Aramco Amin Nasser dikutip dari CNBC Internasional pada Senin (11/3/2024).

Nasser optimistis pasar minyak akan tetap dalam kondisi sehat di sisa tahun 2024. “Kami memperkirakan pasar tersebut akan cukup kuat dengan pertumbuhan sekitar 1,5 juta barrel,” kata dia. Arab Saudi memimpin negara-negara OPEC+ pekan lalu dalam keputusan untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela hingga akhir Juni.

Pindah Tangan

Baca: 10 Perusahaan Paling Berharga di Dunia, Nilai Pasarnya 13 Kali APBN RI

Pendapatan yang ditorehkan Aramco pada 2023 terjadi setelah pemerintah Arab Saudi mentransfer 8% saham Aramco atau senilai US$ 164 miliar ke Saudi Arabia’s Public Investment Fund (PIF). Direksi Aramco Yasir Al-Rumayyan adalah juga Gubernur di PIF.

Pengalihan saham ke PIF merupakan salah satu transaksi terbesar yang dilakukan Aramco sejak pencatatan sahamnya, dan akan memungkinkan PIF mendapatkan keuntungan dari kebijakan pembayaran dividen besar Aramco.

Aramco membayar dividen sebesar US$ 97,8 miliar pada tahun 2023, naik 30% dari tahun 2022. Dividen terkait kinerja setahun penuh untuk tahun 2024 diperkirakan berjumlah US$43,1 miliar.

Chief Financial Officer Aramco Ziad Al-Murshed mengatakan pengalihan saham itu tidak akan mengubah apapun. Dia menekankan Aramco dalam kondisi yang sangat sehat. “Kami sehat dan tidak perlu menerbitkan ekuitas baru,” ujarhttps://merupakan.com/ dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*